Senin, 13 Juni 2016

Berani Tanggung Jawab itu Baik

Pengertian tanggung jawab

Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau  perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujudan kesadaran akan kewajibannya. Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang bertang­gung jawab.Disebut demikian karena manusia, selain merupa­kan makhluk individual dan makhluk sosial, juga merupakan makhluk ‘I’uhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks sosial, individual ataupun teologis.

Image result for Manusia dan tanggung jawab

 Macam - Macam Tanggung Jawab
1. Jenis – jenis tanggung jawab
a. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri itu menuntut kesadaran akan diri kita untuk memenuhi kewajiban sendiri dan mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Apa yang telah kita lakukan harus menerima resikonya sendiri.
b. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejaterahaan ,keselamatan,pendidikan dan kehidupan. Sebagai anggota keluarga kita harus saling menjaga nama baik keluarga dengan sikap dan perbuatan yang kita lakukan di dalam kehidupan bermasyarakat.
c. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain karena manusia kedudukannya sebagai makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain maka kita harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Berinteraksi didalam suatu kehidupan masyarakat sangat dibutuhkan karena itu bisa membuat kita saling mengenal satu dengan yang lainnya.
d. Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi bahwa tiap manusia, tiap individu adalah suatu warga negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, dan bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma yang di buat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara atas apa yang telah ia perbuat. Kita harus menjaga nama baik bangsa dan negara kita sendiri dengan prestasi-prestasi anak bangsa.
e. Tanggung Jawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupan manusia agar tanggung jawab langsung terhadap tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam jenis agama. Menerima hukuman di akhirat nanti atas apa yang telah kita lakukan selama hidup didunia ini.





Manusia dan Keadilan



Keadilan yang berasal dari kata adil adalah sesuatu yang menyangkut manusia dengan merata atau seimbang.  Keadilan juga berhubungan dengan hak dan kewajiban, dalam lingkup kecil, manusia harus adil dengan hak dan kewajiban. Maksudnya, manusia mendapat hak yang sesuai dengan kewajiban yang dilakukannya. Sebagai contoh, mahasiswa mengerjakan tugasnya dengan baik dan benar, maka dia dapat mendapatkan nilai yang baik. Begitu juga sebaliknya, seorang mahasiswa tidak pernah masuk kelas dan mengumpulkan tugas, dia tidak pantas mendapatkan haknya untuk mendapat nilai yang bagus

Keadilan juga terkait dengan pancasila ke 2, “kemanusiaan yang adil dan beradab” dimana semua manusia dituntut untuk bersikap adil, atau dapat menempatkan diri sesuai tempatnya dan memiliki adab beradab yang baik terhadap setiap manusia.

Keadilan juga terkait dengan kejujuran seseorang. Jujur, atau berkata sesuai kenyataan dapat memenuhi kewajiban dan menenangkan hati. Karena biasanya orang orang yang tidak jujur , tidak dapat bersikap adil dengan dirinya sendiri, dan merasa ada beban di hati.

Ada pun orang orang yang tidak jujur, atau bisa dibilang sering melakukan kecurangan dalam melakukaaan sesuatu. Biasanya orang orang yang melakukan kecurangan ingin mendapatkan segalanya secara instan.  Tetapi menurut saya pribadi segala yang instan tidak akan bertahan lama.

Semua kecurangan pasti akan ada balasannya, kecurangan itu sendiri sangat tidak adil untuk seluruh manusia, karena itu hanya mementingkan dirinya sendiri saja. Tetapi orang orang seperti itu akan mendapat balasan dari Tuhan. Untuk itulah kita perlu berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan, karena sesungguhnya Tuhan maha Adil..

Cinta Tidak Harus Menyakiti (Manusia dan Penderitaan)

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan.

 Saya mengambil contoh dari film pendek yang saya tonton. Film ini mengisahkan tentang seorang wanita yang bernama Melati. Melati ini adalah seorang mahasiswi disebuah perguruan tinggi. Keseharian melati yaitu pergi kuliah dan setelah kuliah ia mengikuti part-time job. Melati memilik seorang kekasih yang bernama Jaka. Awal mula mereka berkenalan hingga awal-awal hubungan mereka sangat terlihat baik dan harmonis. Jaka sangat baik, sering mengantar-jemput Melati.
Namun, setelah beberapa lama mereka menjalani hubungan, sifat Jaka mulai berubah. Jaka yang semula baik kepada Melati mulai melakukan tindakan-tindakan kasar kepada Melati. Setiap kali Melati melakukan kesahalan sekecil apapun Jaka akan memukulinya. Sifat Jaka yang posesif dan egois juga mulai mengganggu hari-hari Melati. Melati tidak pernah menceritakan kejadian itu kepada siapapun. Melati tidak ingin orang-orang memandang buruk kepada Jaka karena rasa sayang melati kepada Jaka.
Hampir setiap hari Jaka melakukan kekerasan terhadap Melati. Entah secara fisik maupun secara psikis. Penderitaan Melati semakin menjadi ketika Jaka mulai melakukan kekerasan ekonomi terhadapnya. Jaka secara tidak langsung memeras Melati. Melati yang lemah hanya bisa menuruti kemauannya saja karena apabila ia menolak, Jaka akan langsung memukulinya.
Semakin lama kekerasan yang dilakukan Jaka semakin tidak wajar. Melati pun akhirnya sadar bahwa ini tidak baik untuk dirinya. Ia bercerita dan meminta saran kepada teman dekatnya. Setelah diberi nasehat, akhirnya Melati pun memutuskan untuk meninggalkan Jaka. Keputusan Melati ini sangat tepat, karena sebesar apapun rasa sayang yang ia miliki kepada Jaka akan hanya memperburuk keadaannya.
Saya memetik kisah ini sebagai contoh manusia penderitaan, bagaimana Melati bertahun-tahun harus menahan rasa yang tidak menyenangkan dari seseorang yang ia cinta. Penderitaan yang dialami oleh Melati adalah penderitaan lahir dan batin. Secara fisik ia menderita karena selalu dipukuli oleh Jaka dan secara batin juga ia menderita karena harus menahan rasa sakit karena mencintai seseorang.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dari dirinya bisa berupa sikap positif atau negatif. Sifat negatif yang muncul seperti rasa penyesalan, kecewa, putus asa atau ingin mengakhiri hidup. Akibatnya orang yang mengalami sikap negatif ini akan merasa tidak punya gairah hidup. Sedangkan sikap positif yaitu sikap optimis, sikap yang yang meyakinkan diri sendiri bahwa hidup adalah berjuang untuk membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu hanya bagian dari kehidupan bukan untuk selamanya. Maka, ketika merasa sedang mengalami penderitaan coba untuk lebih memahami bahwa hidup ini banyak yang harus dilewati dan penderitaan adalah hanya sebagiannya dan penderitaan harus dapat dilewati bukan diam didalamnya.

Sumber : http://emmnisa.blogspot.co.id/2011/12/definisi-penderitaan.html

 


Senin, 25 April 2016

Cerita Gandrung Bayuwangi dan Silsilah Kisah Seseorag di Dalamnya (Manusia dan Pandangan Hidup)



Cerita ini merupakan cerita tentang Mesti (kemudian orang-orang memanggilnya Gandrung Temu Mudaiyah), seorang penari Gandrung Banyuwangi yang mengalami penderitaan di balik terhiburnya para tamu/penonton yang umumnya laki-laki pada pertunjukan itu. Mulai dari kehidupannya sebelum menjadi penari Gandrung, bagaimana ia menjadi seorang penari Gandrung, sampai cinta kasih yang dialaminya semasa berprofesi menjadi penari. Di sisi lain, pengamat Tari Gandrung, Soemitro Hadi, bercerita mengenai pandangan masyarakat mengenai tari tersebut. Oleh karena itu, tulisan ini bercerita tentang Manusia dan Cinta Kasih, Manusia dan Pandangan Hidup, dan Manusia dan Penderitaan.

Terlebih dahulu, kita akan mengetahui apa itu kesenian Gandrung Banyuwangi yang terdapat dalam cerita ini. Satu lagi, tulisan ini mengacu kepada sebuah video yang berjudul Gandrung: Panggilan Jiwa yang Menari dengan link:

https://www.youtube.com/watch?v=cQNoo3Cqt2I&feature=youtu.be

Gandrung Banyuwangi

Gandrung Banyuwangi adalah kesenian asal Banyuwangi, Jawa Timur. Kesenian ini merupakan tari tradisional yang amat terkenal di Banyuwangi. Bahkan, ia telah menjadi ciri khas daerah itu.

Dalam pementasannya, Gandrung terdiri dari 3 tahap, yaitu jejer, maju atau ngibing, dan seblang subuh. Jejer merupakan bagian pembuka seluruh rangkaian pertunjukan Gandrung. Pada tahap ini, penari menyanyikan beberapa lagu dan menari secara solo, tidak bersama tamu. Para tamu, yang umumnya laki-laki, hanya menyaksikan.

Selanjutnya, maju. Tahap ini adalah saat penari menari bersama para tamu. Tamu-tamu penting mendapatkan kesempatan terlebih dahulu untuk menari bersama-sama dengan penari. Setelah selesai, penari mendatangi para penonton dan meminta salah satu penonton untuk memilihkan lagu yang akan dibawakan. Bagian ini diselang-seling dengan maju (tamu menari bersama penari) dan repén (nyanyian yang tidak ditarikan), yang berlangsung sepanjang malam hingga menjelang subuh. Terkadang, dalam pertunjukan ini, terjadi kekacauan yang disebabkan oleh para penonton yang menunggu giliran atau mabuk sehingga perkelahian tak terelakkan.

Tahap terakhir yaitu seblang subuh yang merupakan bagian penutup seluruh rangkaian pertunjukkan Gandrung Banyuwangi. Setelah selesai maju dan istirahat sejenak, seblang subuh dimulai. Tahap ini diisi tarian dengan pantun-pantun penuh nasihat dan permohonan maaf penari atas kekurangan dalam pertunjukan.


Pandangan seseorag terhadap ini

Penari Gandrung seringkali mendapatkan citra negatif di tengah masyarakat luas. Beberapa kelompok sosial tertentu, terutama santri, menilai bahwa penari Gandrung adalah perempuan yang berprofesi sangat negatif dan mendapatkan perlakuan yang tidak pantas, tersudut, terpinggirkan, bahkan terdiskriminasi dalam kehidupan sehari-hari.
Bagian maju pada rangkaian pertunjukan Gandrung Banyuwangi yang terkadang terjadi kekacauan (perkelahian) di dalamnya akibat para penonton yang menunggu giliran atau mabuk bisa memperkuat pandangan negatif masyarakat terhadap kesenian ini, seperti apa yang dikatakan Soemitro Hadi dalam video tersebut, “Pada tahapan inilah sering muncul kegiatan atau adegan yang kadang-kadang di luar norma” dan “Lebih tragis lagi apabila suasana ini dipacu dengan panasnya minuman keras sehingga penyajian dari Gandrung itu sendiri semakin tidak pantas. Mungkin hal inilah yang menjadi sebab menurunnya minat atau menurunnya apresiasi masyarakat, bahkan menurun pula minat dari para generasi muda untuk menjadi penari Gandrung”.Mengetahui pandangan masyarakat tersebut, dapat kita pahami bahwa pandangan manusia dapat terbentuk dari informasi yang beredar dan pengamatan sekilas maupun peninjauan langsung dan pengamatan menyeluruh. Apalagi pandangan itu berasal dari kelompok sosial yang berbeda dengan pola pikir yang sensitif terhadap perbedaan norma dan budaya yang mereka anut. Dampaknya juga beragam. Contohnya dalam video ini, diperkirakan pertunjukan Gandrung yang tidak pantas menyebabkan kurangnya minat dan apresiasi masyarakat terhadap kesenian Gandrung. 

REFERENSI


https://www.youtube.com/watch?v=cQNoo3Cqt2I&feature=youtu.be
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Gandrung_Banyuwangi


Senin, 11 April 2016

Kisah Cinta yang Tidak Direstui (Manusia dan Cinta Kasih)



 KISAH CINTA YANG TAK DI RESTUI
Salung (kasih tak sampai)
“salung “merupakan alat tiup yang merupakan pengiring dendang tradisional  minang kabau dalam tradisi saluang dendang kegembiraan,kesedihan kerinduan,hati masarakat dapat di tuangkan melalui pantun saluang dendang.dewasa ini alat tiup seluang ada yang di laras sesuaituntunan komposisi musik reaksi baru dan musik populer,karna sudah memasyarakat ,kehidupan musik saluang dendang maka kesenianan ini tidak kawatir dengan inovasi.

Manusia dan cinta kasih
Adanya cinta kasih antara kembang desa dan pemain saluang .yang di ana mereka mencintai 1 sama lain.
Manusia dan penderitaan
Adanya ke tidak setujuan  di antara kedua cinta mereka,yang di mna kisah cinta mereka tidak di restui dari ibu dari sang perempuan.yang mereka membut patah hati
Manusia dan pandangan hidup
Belajang meniup seluang itu harus serius dan jangan sesuka hati,seperti peppatah ,berburu ke padang datar dapat rusa belang kaki berburu ke palang ajar bagaikan bunga kembang tak jadi.
Kata kata tersebut kita harus melakukan  pekerjaan jangan setengah hati.harus sungguh sungguh dan ulet